Khasiat Daun Bidara Arab Untuk Pengobatan
Di antara bahan-bahan yang
digunakan dalam Ruqyah Islam ialah daun bidara yang ditumbuk halus kemudian
dicampurkan dengan air doa lalu diminumkan sebahagian, dan sebagian lagi
untuk mandi.
Ibnu Kathir mengatakan bahawa
yang paling bermanfaat dalam menghilangkan pengaruh sihir adalah dengan
menggunakan apa yang diturunkan Allah s.w.t. kepada RasulNya untuk
menghilangkan hal itu iaitu membaca al-muawwidzatian (al-Falaq dan an-Nas) dan
Ayat Kursi kerana ayat-ayat itu dapat mengusir syaitan.
salah satu ikhtiar yang diusahakan Ruqyah ialah Ruqyah
menggunakan daun bidara. Ia secara khusus digunakan dalam merawat
penyakit-penyakit bersihat rohani seperti gangguan emosi, susah tidur, gangguan
makhluk halus dan sihir. Kaedah ini sebenarnya bersumberkan amalan para ulama
terdahulu yang menjadikan daun bidara sebagai bahan Ruqyah utama dalam
mengatasi orang yang terkena sihir.
Antara dalilnya ialah sebagaimana yang dsebutkan oleh Abul Hasan Ali ibn Khalaf yang dikenali Ibn Battal al-Maliki yang mensyarahkan sahih Bukhari ketika menghuraikan hadith berkenaan sihir :
“(Hendaklah dia mengambil tujuh helai daun bidara yang segar hijau lalu menumbuknya di antara dua batu (yaitu menggunakan lesung) kemudian digaul dengan air lalu dibacakan ayatul kursi, tiga qul (ada yang mengatakan empat qul termasuk surah al-Kafirun) di tambah ayat dari Al Quran kemudian ditiup tiga kali dan hendaklah dia minum dan mandi dengan air tersebut. Sesungguhnya ia akan menghilangkan apa sahaja yang dihidapinya dengan izin Allah, ia baik bagi lelaki yang tertahan daripada mendatangi isterinya (tidak boleh berjimak disebabkan sihir)”
Dalam contoh lain, Nabi SAW juga menjelaskan bahawa ketika memandikan mayat selain dimandikan dengan air bersih, salah satu mandian mayat tersebut perlu menggunakan campuran air dengan daun bidara. Ini menunjukkan terdapat khasiat khusus pada daun bidara sehingga digunakan ketika memandikan mayat
Antara dalilnya ialah sebagaimana yang dsebutkan oleh Abul Hasan Ali ibn Khalaf yang dikenali Ibn Battal al-Maliki yang mensyarahkan sahih Bukhari ketika menghuraikan hadith berkenaan sihir :
“(Hendaklah dia mengambil tujuh helai daun bidara yang segar hijau lalu menumbuknya di antara dua batu (yaitu menggunakan lesung) kemudian digaul dengan air lalu dibacakan ayatul kursi, tiga qul (ada yang mengatakan empat qul termasuk surah al-Kafirun) di tambah ayat dari Al Quran kemudian ditiup tiga kali dan hendaklah dia minum dan mandi dengan air tersebut. Sesungguhnya ia akan menghilangkan apa sahaja yang dihidapinya dengan izin Allah, ia baik bagi lelaki yang tertahan daripada mendatangi isterinya (tidak boleh berjimak disebabkan sihir)”
Dalam contoh lain, Nabi SAW juga menjelaskan bahawa ketika memandikan mayat selain dimandikan dengan air bersih, salah satu mandian mayat tersebut perlu menggunakan campuran air dengan daun bidara. Ini menunjukkan terdapat khasiat khusus pada daun bidara sehingga digunakan ketika memandikan mayat
Cara Menggunakan Daun Bidara:
- Ambil 7, 14, 21 atau lebih (kiraan ganjil) helai daun bidara.
- Tumbuk dan dihaluskan Di Cobek Batu&ulekan batu
- Letakkan daun bidara yang telah dilauskan tadi ke dalam sebuah gelas.
- Campurkan daun bidara bersama dengan air doa.
- Membaca al-Fatihah dan ayat qursy & do'a Ruqyah
- Niatkan kesembuhan dan pulih dari segala gangguan.
- Minum hanya 1/3 air bidara yang di dalam gelas.
- 3/4 Di campur air 1 ember digunakan untuk mandi.
1.Daun Bidara Dan Memandikan Jenazah
Ummu ‘Athiyyah Rodhiyallohu ‘Anha berkata, “Nabi Shollallohu Alaihi Wa sallam pernah menemui kami sedangkan kami kala itu tengah memandikan puterinya (Zainab), lalu Beliau bersabda: ‘Mandikanlah dia tiga, lima, (atau tujuh) kali, atau lebih dari itu. Jika kalian memandang perlu, maka pergunakan air dan daun bidara. (Ummu ‘Athiyyah berkata, ‘Dengan ganjil?’ Beliau bersabda, ‘Ya.’) dan buatlah di akhir mandinya itu tumbuhan kafur atau sedikit darinya.”
(H.R. al Bukhori 3/99-104, Muslim 3/47-48, Abu Dawud 2/60-61, an Nasa-i 1/266-267, at Tirmidzi 2/130-131, Ibnu Majah 1/445, Ibnul Jarud 258-259, Ahmad 5/84-85, 4076-4078, Syaikh al Albani – Hukum dan Tata Cara Mengurus Jenazah hal 130-131).
2.Daun Bidara dan Wanita Haidh
‘Aisyah secara marfu’, “Salah seorang di antara kalian (wanita haidh) mengambil air yang dicampur dengan daun bidara lalu dia bersuci dan memperbaiki bersucinya. Kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya seraya menggosoknya dengan gosokan yang kuat sampai air masuk ke akar-akar rambutnya, kemudian dia menyiram seluruh tubuhnya dengan air. Kemudian dia mengambil secarik kain yang telah dibaluri dengan minyak misk lalu dia berbersih darinya.” ‘Aisyah berkata, “Dia mengoleskannya ke bekas-bekas darah.” (H.R. Muslim no. 332 dari ‘Aisyah)
3.Daun Bidara Dan Ruqyah
Ulama Wahab bin Munabih menyarankan untuk menggunakan tujuh lembar bidara yang dihaluskan. Kemudian dilarutkan dalam air dan dibacakan ayat Kursi, surat al Kafirun, al Ikhlash, al Falaq dan an Naas. (Lebih Bagus dibacakan ayat-ayat al-Qur’an lainnya) Lalu dipergunakan untuk mandi atau diminum. (lihat Mushannaf Ma’mar bin Rasyid 11/13).
Menumbuk tujuh helai daun pohon Sidr (daaun bidara) hijau di antara dua batu atau sejenisnya, lalu menyiramkan air ke atasnya sebanyak jumlah air yang cukup untuk mandi dan dibacakan di dalamnya ayat-ayat al Qur-an.
Setelah membacakan ayat-ayat tersebut pada air yang sudah disiapkan tersebut, hendaklah dia meminumnya sebanyak tiga kali, dan kemudian mandi dengan menggunakan sisa air tersebut. Dengan demikian, insya Allah penyakit (sihir) akan hilang. Dan jika perlu, hal itu boleh diulang dua kali atau lebih, sehingga penyakit (sihir) itu benar-benar sirna. Hal itu sudah banyak dipraktekkan, dan dengan izin_Nya,Allah memberikan manfaat padanya. Pengobatan tersebut juga sangat baik bagi suami yang tidak bisa berhubungan badan karena terkena sihir.
4.Daun Bidara Untuk Makanan atau Minuman
Buah bidara dari kultivar unggul dapat dimakan dalam keadaan segar, atau diperas menjadi minuman penyegar, juga dikeringawetkan, atau dibuat manisan. Di Asia Tenggara, buah yang belum matang dimakan bergaram. Pernah dilaporkan bahwa buah bidara juga direbus dan menghasilkan sirop.
Di Indonesia, daun mudanya diolah sebagai sayuran; daun-daunnya dapat pula dijadikan pakan. Di India, pohon bidara merupakan salah satu dari beberapa jenis tanaman yang digunakan untuk pemeliharaan serangga lak; ranting-ranting yang terbungkus oleh sekresi serangga itu dipungut untuk diproses menjadi sirlak. Kulit kayu dan buahnya menghasilkan bahan pewarna. Kayunya berwarna kemerahan, bertekstur halus, keras, dan tahan lama, dan digunakan sebagai kayu bubut, alat rumah tangga, dan alat-alat lain. Buah, biji, daun, kulit kayu, dan akarnya berkhasiat obat, terutama untuk membantu pencernaan dan sebagai tapal untuk luka. Di Jawa, misalnya, kulit kayunya digunakan untuk menyembuhkan gangguan pencernaan, sedangkan di Malaysia bubur kulit kayunya dapat dimanfaatkan untuk obat sakit perut.
5.Daun Bidara atau daun bidara cina
Bidara acap dipertukarkan identitasnya dengan bidara cina (Ziziphus zizyphus; sinonim Z. jujuba Miller, Z. vulgaris Lamk.).Sebutan yang sekarang ini sering kita dengar dengan panggilan Daun Bidara cina adalah karena Bidara yang terakhir ini dibudidayakan di Cina bagian utara.Dan di Indonesia orang menyebut daun bidara dengan sebutan bidara cina karena juga dalam sebuah sumber ada suatu daerah yang disitu banyak tinggal orang keturunan cina dan menanam daun bidara.Daerah tersebut pun kini dinamakan daerah Bidaracina.
Cara penggunaan daun bidara adalah :
a. Ambil daun bidara pada bilangan ganjil, paling sedikit 7 lembar daun, taruh di penggilingan/cobek dan tumbuklah hingga halus (dicampur sedikir air)
b. Setelah halus, campurkan dalam segelas air untuk diminum
c. Atau dicampur dan diaduk dalam seember air untuk buat mandi
d. Bisa juga di tambah air hujan, ambil air hujan lansung dari atas memakai wadah yang besar
e,Untuk sakit asam urat dan kolestrol, persendiaan ngilu lebih baik di tambah garam beryodium.
jangan lupa sebelum dibuat mandi atau diminun bacakan dulu ayat-ayat ruqyah. Jika dibuat untuk mandi lebih afdhol air daun bidara ditaruh di bateup dan pasien berendam selama 10 menit atau jika tidak ada pada bilasan pertama gunakan air daun bidara lalu gosok-gosok ketubuh dan diamkan selama 5 menitan lalu biilasan kedua gunakan air biasa dan sabun mandi.
Semoga di beri kesembuhan bagi yang mengalami ganguan jin,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar